Dulu Jadi Korban, Usmanto Kini Jadi Penyapu Ranjau Paku Jakarta

Jakarta – Bila Anda berkendara di Jl Jenderal Gatot Subroto (Gatsu) dan Jl MT Haryono Jakarta tanpa mengalami kebocoran ban, barangkali itu karena jasa pria ini. Dia dan kawan-kawannya rela meluangkan waktu dan tenaga untuk membersihkan jalanan protokol ini dari ranjau paku.
Pria pengemudi ojek daring (driver ojol) ini bernama Usmanto, usia 34 tahun. Dia masih mengenakan jaket seragam perusahaannya saat memberishkan aspal dari benda-benda tajam yang bisa bikin repot ini. Kok Usmanto mau jadi penyapu ranjau paku?

Usmanto yang berprofesi sebagai ojek online itu mengaku pernah menjadi korban ranjau paku payung. Sudah hampir dua tahun dia menyisir jalan sekitar Jakarta untuk mencari ranjau paku. Hal itu dia lakukan bersama teman-temannya yang juga merupakan ojek online.

“Kurang lebih dua tahun. Soalnya saya sudah dua kali kena, di Pancoran sama di seberang Semanggi. Korban ranjau saya,” kata Usmanto di pinggir Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2023).


“Kadang bareng teman yang sama-sama mangkal di Stasiun Cawang. Saya ajak nyisirin ranjau. Kalau sambil ngojek, ada ranjau saya pungutin pake magnet,” sambungnya.

Tentu saja dia tidak menyapu paku memakai sapu, melainkan menggunakan magnet sehingga logam paku bisa menempel ke magnet itu. Dalam sehari Usmanto mengatakan dapat mengumpulkan ranjau jari-jari payung dan ranjau paku setengah botol air mineral. Ranjau tersebut dia kumpulkan usai mengantarkan penumpangnya.

“Kurang lebih setengah botol aqua. Sore-malam. Sekitar jam 4 rawan sebaran ranjau, abis magrib juga rawan. Kadang kalo dapat orderan arah ke Jakut, pulangnya nyisir. Kasian kalau enggak diambilin, ban orang pada bocor,” tuturnya.

Meski begitu, Usmanto belum pernah melihat pelaku penyebar ranjau jari-jari payung tersebut. Ia berharap, pemerintah DKI Jakarta dapat lebih peduli dengan ranjau paku yang meresahkan pengendara.

“Selama ini belum pernah liat. Tapi ada yang bilang oknum-oknum tambal ban liar,” ujarnya.

“Dari pemerintah harusnya tegas, jangan dikasih mangkal tambal ban liar,” pungkasnya.


Dia mengabarkan, ranjau paku ini ada di sepanjang Jl Gatsu, utamanya depan Mapolda Metro Jaya dan DPR, serta di JPO Pancoran, Jl MT Haryono. Paku yang ditebar, entah oleh siapa, bukan paku dari tok material, namun berasal dari jeruji yang menyangga kain payung. Jari-jari payung itu dipotong pendek-pendek sehingga menyerupai paku dan tajam. Paku ini tidak pejal melainkan berongga, seperti lintingan logam. Ban sepeda motor hingga mobil kecil bisa saja bocor oleh benda ini. https://mantrasungokong.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*