Kisah Wanita Asal Medan, Dahulu jadi Kasir Kini Bahagia Berkarier di Jerman

Jakarta – Pengalaman hidup seseorang terkadang menarik untuk dikulik lebih dalam ya, Bunda? Kali ini, Bubun akan membagikan kisah dari Nikita Sinaga, perempuan asal Medan.

Cerita ini sudah ia bagikan di akun TikTok pribadi dan HaiBunda sudah diberi izin untuk mengutipnya. Dalam unggahan tersebut, ia membeberkan pengalaman kerjanya, nih.

Nikita mengawali konten tersebut dengan pengalaman di sebuah minimarket. Namun, pekerjaan tersebut hanya berjalan delapan bulan.

Setelah memutuskan untuk berhenti, Nikita pun memilih untuk belajar Bahasa Jerman di sebuah kursus. Ini ia lakukan untuk mendapatkan sertifikat bahasa yang menjadi syarat untuk terbang dan bekerja di negara tersebut.

Proses ini dilalui Nikita dengan bantuan sebuah agen. Sesampai di negara tujuan, ia tinggal juga bekerja untuk sebuah keluarga.

Namun sayang, pengalaman kerja di tempat pertama ini tak baik. Keluarga tersebut ternyata bersikap jahat yang membuat Nikita tak betah bekerja di sana.

Untungnya, hal tersebut bisa segera diselesaikan dan dibantu oleh agen yang membawa Nikita, Bunda. Jika tidak, ia mengaku tak akan sanggup dan mau menyerah kembali ke Tanah Air.

“Dapat keluarga yang jahat sudah sampai Jerman. Di situ aku sudah enggak betah dan mau pulang ke Indonesia,” ujarnya.

Usai keluar dari pekerjaan pertama, Nikita kembali melanjutkan karier. Kali ini, ia bekerja untuk keluarga yang lebih baik dan mengasuh seorang anak.

Tak seperti sebelumnya, keluarga ini benar-benar perhatian pada Nikita. Bahkan, hari ulang tahunnya pun turut dirayakan bersama keluarga ini, Bunda.

Pekerjaan ini selesai dengan kontrak selama satu tahun. Nikita yang terus bersemangat, kemudian mendapatkan program Freiwiliges Soziales Jahr (FSJ) yang mengantarkannya pindah ke Kota Dortmund.

Mengutip lama Deutsch Academia, FSJ adalah keterlibatan dalam kegiatan sebagai volunter atau sukarelawan. Program ini berjalan selama beberapa bulan di Jerman terutama di sektor sosial.

Program ini diperuntukkan untuk generasi muda dari seluruh dunia, Bunda. Batasan usia untuk mendaftar FSJ maksimal 27 tahun.

Untuk pekerjaan ini, Nikita juga dikontrak selama enam bulan. Beruntungnya, ia berhasil bergabung dalam Ausbildung.

Sebagai informasi, ini adalah program resmi yang dibuka oleh pemerintah Jerman lewat pengadaan sekolah vokasi. Ini setara dengan D3 atau Poltek di Indonesia ya, Bunda.

Program ini pun gratis tanpa memungut biaya. Selanjutnya, peserta akan ikut program kerja magang di negara tersebut dan memperoleh uang saku sekitar Rp15 juta per bulan selama tiga tahun.

Sejauh ini, Nikita sudah menjalaninya selama dua tahun. “Untungnya aku dapat Ausbildung dekat Dortmund juga dan sekarang udah di tahun ke-2,” ujarnya. https://botakbrewok.com

Melihat perjalanan yang Nikita lalui, bisa disimpulkan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk mendapat yang terbaik. Meski sempat mengalami kesulitan, ia mampu membuktikan bahwa tetap semangat dan optimis, maka hal-hal baik akan dicapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*