Program BSI Mengajar Untuk Perkuat Literasi Dan Edukasi Ekonomi Syariah Di Aceh

Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI, Bob Tyasika Ananta (keenam kiri) bersama Direktur Penjualan dan Distribusi Anton Sukarna (keempat kiri), Direktur Informasi Teknologi Achmad Syafii (kelima kanan), SEVP Digital Banking Saut Parulian Saragih (keempat kanan), dan Regional CEO Aceh BSI Wisnu Sunandar (ketiga dari kiri), berfoto bersama dengan Kepala OJK Aceh Yusri (kelima kiri) dan Kepala Perwakilan BI Aceh Achris Sarwani (keenam kanan), usai bersilahturahmi di Banda Aceh, Senin (26/9)/Ist
 
Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI, Bob Tyasika Ananta (keenam kiri) bersama Direktur Penjualan dan Distribusi Anton Sukarna (keempat kiri), Direktur Informasi Teknologi Achmad Syafii (kelima kanan), SEVP Digital Banking Saut Parulian Saragih (keempat kanan), dan Regional CEO Aceh BSI Wisnu Sunandar (ketiga dari kiri), berfoto bersama dengan Kepala OJK Aceh Yusri (kelima kiri) dan Kepala Perwakilan BI Aceh Achris Sarwani (keenam kanan), usai bersilahturahmi di Banda Aceh, Senin (26/9)/Ist  

RM.id  Rakyat Merdeka – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI terus mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di Provinsi Aceh. Caranya, melalui literasi dan edukasi masif untuk menjadikan daerah itu contoh penguatan ekonomi syariah di Indonesia.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, upaya memperkuat literasi dan edukasi ekonomi syariah di Bumi Serambi Mekah itu tak lepas dari semangat BSI untuk berperan aktif mendorong pengembangan ekonomi syariah, serta mengikuti arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) selaku regulator.

“Berbagai program edukasi dan literasi akan kami masifkan di Aceh. Salah satunya program BSI Mengajar. Kami akan gencarkan literasi dan edukasi melalui diskusi maupun seminar, sehingga ekonomi syariah menjadi salah satu faktor utama penyangga perekonomian nasional,” kata Bob melalui keterangan tertulis, Kamis (29/9).

Bob berada di Banda Aceh dalam rangka bersilaturahmi dengan sejumlah stakeholder, seperti jajaran Pemprov Aceh, OJK Aceh, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Disebutkan, hingga semester pertama tahun ini, kinerja BSI Region 1 Aceh cukup cemerlang. Penyaluran pembiayaan tumbuh 5,76 persen secara year to date (ytd) dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh  3,45 persen ytd.

Selain itu, BSI mampu menunjukkan performa apiknya menyalurkan stimulus ekonomi pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aceh. 

BSI mencatat penyaluran KUR di Aceh mencapai Rp 1,3 triliun untuk 20.869 nasabah. Pencapaian itu setara 57,4 persen dari target penyaluran KUR BSI Region 1 Aceh yang mencapai Rp 2,4 triliun tahun ini.

Bob menambahkan, salah satu alasan perseroan membuat program BSI Mengajar karena keuangan syariah saat ini menjadi salah satu pilihan bagi sebagian masyarakat Indonesia. 

Aceh tercatat satu-satunya provinsi yang menerapkan peraturan daerah syariah, termasuk dalam ekonominya. Ekonomi syariah pun terbukti tangguh menghadapi krisis seperti pandemi Covid-19 dan ancaman resesi global.

Sampai dengan kuartal II-2022 pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah mencapai 14,09 persen year on year (yoy). Adapun pertumbuhan quarter to quarter (qtq) tercatat sebesar 6,43 persen.

Sementara, perbankan konvensional pertumbuhannya pada kuartal II-2022 sekitar 10,37 persen secara yoy. Adapun pertumbuhan quarter to quarter (qtq) mencapai 5,19 persen. Sedangkan industri perbankan nasional tumbuh 5,28 persen secara qtq.

Selain itu, dari segi aset pertumbuhan bank syariah lebih besar dari total industri perbankan ataupun perbankan konvensional. Di mana aset industri perbankan syariah tumbuh 14,21 persen yoy, sementara aset total industri perbankan nasional tumbuh 9,52 persen dan industri perbankan konvensional sebesar 9,19 persen.

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, yaitu mencapai 231,06 juta. Namun tingkat literasi dan inklusif terhadap keuangan syariah masih di bawah 10 persen.

“Program BSI Mengajar akan dilakukan di sejumlah perguruan tinggi  di Indonesia, khususnya di 11 Region, termasuk di Provinsi Aceh. Program ini menyasar masyarakat umum, civitas akademika, alim ulama, pesantren, dan masjid hingga ke pelosok,” jelas Bob.

BSI juga akan melibatkan BSI University untuk menjajaki kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Aceh, selain seluruh jajaran direksi, guna memperkuat literasi dan edukasi ekonomi syariah, termasuk untuk program BSI Mengajar.

Awal kehadiran program BSI Mengajar pun seiring diselenggarakannya Bulan Inklusi Keuangan 2022 atas inisiasi OJK yang dilaksanakan setiap tahun pada Oktober.

Tujuan program BSI Mengajar, lanjut Bob, untuk memberikan awareness terkait perbankan syariah dan Islamic Ecosystem.

Pariwisata Sabang

Bob juga mengungkapkan, BSI telah menggandeng Pemerintah Kota Sabang, Provinsi Aceh, untuk mempermudah transaksi perbankan di kalangan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung di daerah itu.  

Langkah strategis itu ditempuh dalam rangka memulihkan sektor pariwisata, seiring melandainya kasus Covid-19. Sepanjang tahun 2021, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Sabang mencapai 78.019 orang, yang terdiri atas 77.235 wisatawan Nusantara dan 784 wisatawan mancanegara.

Kemudahan, bertransaksi di tempat wisata menjadi salah satu kunci penting sebagai tolok ukur maju atau tidaknya sektor pariwisata di suatu wilayah. 

“Saya yakin, kehadiran BSI di Sabang akan berdampak signifikan bagi kemajuan pariwisata,” jelas Bob.

Dia mengatakan, salah satu program yang akan digulirkan BSI yakni peningkatan layanan perbankan dan memudahkan proses transaksi yang dilakukan para wisatawan yang mengunjungi  Sabang.

BSI, lanjutnya, akan terus meningkatkan kualitas layanan, baik kepada masyarakat maupun pemerintah daerah. Selain itu, BSI juga akan menawarkan solusi finansial yang terbaik dan  kekinian.

“Sabang akan terus berkembang menjadi titik penting  bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.  Tentunya,  perbankan menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung program-program pemerintah,” jelas dia.

Sementara, Pj Wali Kota Sabang Reza Pahlevi menyambut baik rencana BSI meningkatkan akses layanan perbankan untuk masyarakat Sabang. 

Pasalnya, selama ini Sabang merupakan salah satu tujuan wisata favorit wisatawan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dimana Titik 0 Km Indonesia menjadi salah satu objek wisata andalan Kota Sabang.

Sabang sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia, tentu harus menawarkan kenyamanan pelayanan kepada wisatawan. Kenyamanan  itu sangat ditentukan juga dari sisi pelayanan perbankan. 

“Jadi, transaksi perbankan yang dilakukan wisatawan mancanegara akan menjadi lebih mudah  dengan hadirnya  layanan BSI,” jelas Reza.

Reza juga berharap, BSI dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui program desa binaan, yang hasilnya terlihat di Desa Meunasah Asan, Aceh Timur. 

Selain sektor pariwisata, lanjutnya, diperlukan sumber-sumber potensi lain yang dapat dikembangkan di Sabang, agar kota itu mampu memaksimalkan pendapatannya dari berbagai sektor.

Menurutnya, kehadiran BSI di Sabang selain membantu dari sisi layanan perbankan, juga menginisiasi kerja sama  program terkait pembinaan dan peningkatan ekonomi melalui program pendampingan masyarakat.

“Pemerintah Kota Sabang sangat berterima kasih atas inisiasi BSI,” kata Reza.https://repositoryku.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*