Kompak Kutuk Serangan Teroris Di Moskow

Simpati Pemimpin Dunia Mengalir Deras Ke Rusia

Seorang warga meletakkan bunga sebagai penghormatan bagikorban penembakan massal di Crocus City Hall, Krasnogorsk,dekat Moskow, Rusia, 23 Maret 2024. Foto: SPUTNIK / MAKSIM BLINOV
Seorang warga meletakkan bunga sebagai penghormatan bagikorban penembakan massal di Crocus City Hall, Krasnogorsk,dekat Moskow, Rusia, 23 Maret 2024. Foto: SPUTNIK / MAKSIM BLINOV

RM.id  Rakyat Merdeka – Serangan kelompok bersenjata ke gedung konser Moskow, Rusia, Jumat (22/3/2024) malam, membuat para pemimpin dunia bersimpati dan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban luka dan tewas.

Seperti diketahui, serangan teroris bersenjata di Crocus City Hall Moskow pada Jumat (22/3/2024) malam, diklaim Kelompok Nega­ra Islam Irak-Suriah (ISIS) sebagai aksinya. Insiden itu menewaskan lebih dari 133 orang.

Presiden China Xi Jinping mengutuk keras serangan itu dan menyampaikan belasung­kawa kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. “China menen­tang segala bentuk terorisme, mengutuk keras serangan teroris dan dengan tegas mendukung upaya Pemerintah Rusia untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasionalnya,” ujar Xi dilan­sir kantor berita China, Xinhua, Sabtu (23/3/2024).

Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut mengutuk keras serangan tersebut, dan mengungkapkan solidaritasnya terha­dap para korban, serta seluruh rakyat Rusia.

Kementerian Luar Negeri Jer­man juga menyampaikan ucapan mereka. “Gambar serangan terhadap orang-orang tak ber­dosa di Balai Kota Crocus dekat Moskow sungguh mengerikan. Latar belakangnya harus segera diselidiki,” tegasnya.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme yang menjijikkan. Meloni juga me­nyatakan solidaritas penuhnya terhadap dan keluarganya.

Spanyol mengaku terkejut dengan serangan itu, dan mengutuk segala bentuk kekerasan.

“Solidaritas kami terhadap para korban, keluarga mereka, dan rakyat Rusia,” tulis Kementerian Luar Negeri Spanyol di X.

Serupa, Kementeria Luar Negeri Israel juga bersimpati pada keluarga korban luka dan tewas

“Sedih dengan kejadian tragis malam ini di Moskow. Hati kami tertuju kepada keluarga para kor­ban dan semua yang terkena dam­pak,” tulis Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz di media sosial X.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga mencuitkan ucapan dukungannya pada Rusia.

“Kami menyatakan dukungan kepada Presiden Vladimir Putin dan menolak tindakan kekerasan apa pun,” kicau Maduro.

Perdana Menteri India Naren­dra Modi juga menyampaikan solidaritasnya kepada Rusia.

“India berdiri dalam soli­daritas dengan pemerintah dan rakyat Federasi Rusia di saat-saat duka ini,” kicau PM Modi.

Sekretaris pers Kementerian Luar Negeri Jepang Kobayashi Maki menyampaikan ucapan belasungkawa kepada mereka yang berduka dan menyatakan simpati yang tulus kepada mereka yang terluka.

Sementara itu, Perdana Men­teri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan serangan yang be­gitu keji di Moskow tidak boleh dianggap mewakili Islam atau bahkan agama apapun.

“Tidak ada tempat untuk kekejaman yang mengerikan dan biadab dalam dunia yang beradab,” cuit Anwar melalui akun media sosialnya, Sabtu (23/3/2024).

Tak ketinggalan Kepresidenan Otoritas Palestina mengutuk serangan itu dan menegaskan solidaritas dan dukungannya ter­hadap kepemimpinan Rusia dan rakyat Rusia yang bersahabat. Begitu juga dengan Kementerian Luar Negeri Meksiko, menolak tindakan kekerasan apa pun ter­hadap warga sipil.

Sekretaris Jenderal Perserika­tan Bangsa-Bangsa (PBB) Anto­nio Guterres juga mengutuk keras serangan teroris di Moskow.

Dewan Keamanan PBB me­nyampaikan belasungkawa dan mendesak semua negara untuk bekerja sama secara aktif dengan Pemerintah Rusia dan pihak ber­wenang lainnya untuk meminta pertanggungjawaban pelaku.

Jumlah korban tewas kemung­kinan akan terus meningkat. Gubernur wilayah Moskow mengatakan, tim penyelamat akan terus menjelajahi lokasi kejadian selama beberapa hari. Para penyelidik mengatakan, banyak orang meninggal karena luka tembak dan menghirup asap setelah api melahap tempat yang berkapasitas 6.000 tempat duduk itu.

“Para teroris menggunakan cairan yang mudah terbakar untuk membakar gedung konser, tempat para penonton berada, termasuk yang terluka,” kata Komite Investigasi Rusia diku­tip Russia Today (RT), Minggu (24/3/2024).

Sementara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Adrienne Watson meyakini, Kelompok Negara Islam Irak- Suriah (ISIS) yang bertang­gung jawab penuh atas aksi penembakan massal di gedung teater itu. Ucapan ini sekaligua membantah dugaan Rusia bahwa Ukraina yang sengaja melakukan serangan teroris ke Rusia.https://repositoryku.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*