Dikembangkan Orang Indonesia

Server Sirekap Di Gedung KPU

Komisioner KPU Bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu Idham Holik. (Foto: Facebook KPU)
Komisioner KPU Bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu Idham Holik. (Foto: Facebook KPU)

RM.id  Rakyat Merdeka – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu Idham Holik memastikan seluruh server Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Pemilu 2024 berada di Indonesia. KPU hanya menggunakan jaringan di luar negeri pada Domain Name System (DNS).

“Artinya, sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Jumlahnya mencapai 3.200 di seluruh dunia” jelas Idham dalam keterangannya, Selasa (20/2/2024).

Idham menegaskan, aplikasi Sirekap telah disertifikasi sesuai dengan standar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pengembang Sirekap juga merupakan Indonesia. Sebab, para penggunanya juga merupakan orang-orang Indonesia.

“Orang digunakan lebih 203 juta pemi­lih dalam negeri,” kata Idham tanpa me­nyebutkan nama-nama pengembang itu.

Server Sirekap, kata Idham, berada di ruang fasilitator di gedung KPU. Sehingga mustahil untuk meletakkan­nya di luar negeri. “Sekarang begini, kalau saya ngetik, ada script, ada layar, masak Central Processing Unit (CPU) di luar sana. Itu yang saya pahami soal komputasi,” kilah Idham.

Selain itu, kata Idham, kesalahan input data dalam Sirekap merupakan kesalahan manusia atau human error. Kesalahan itu disebabkan oleh sistem yang salah membaca angka numerik dari dokumen formulir Model C Hasil Pemilu 2024.

“Begini, misalnya, angka 3 itu terbaca 8, juga angka 2 itu terbaca 7,” ujar mantan Komisioner KPU Kabupaten Bekasi ini.

Idham mengatakan, KPU melalui operator Sirekap di tingkat kabupaten/kota melakukan kurasi atau perbaikan manual terhadap angka yang salah input tersebut. Selama proses kurasi, kata dia, data yang ditampilkan dalam Sirekap bukan merupakan data terbaru, tetapi data yang terakhir diunggah.

“Kurasi agar prosesnya menjadi lan­car,” ujar mantan Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengakui ada penghentian sementara rekapitulasi suara Pemilu 2024 di tingkat kecama­tan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Hal ini dilakukan untuk memas­tikan akurasi data perolehan suara yang terbaca dalam Sirekap sesuai dengan Formulir Model C hasil di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Rekapitulasi suara di kecamatan akan tetap berjalan jika hasil data di Sirekap sinkron dengan Formulir C Hasil,” ujar Hasyim dalam keterangannya, Selasa (20/2/2024).

Sebaliknya, lanjut Hasyim, jika data Sirekap dan formulir C Hasil belum sink­ron, maka rekapitulasi dari TPS tersebut tidak akan ditayangkan terlebih dulu.

Dia menjelaskan, proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan diawali den­gan pembukaan kotak suara oleh anggota PPK dan mengeluarkan Formulir C Hasil dari TPS.

“Data dalam formulir tersebut akan di­cocokkan dengan data di Sirekap. Apakah telah sesuai atau belum. Soalnya kalau tayangan dengan yang hasilnya belum sesuai kan bisa membingungkan orang. Supaya menghindari problem-problem di tingkat kecamatan, maka yang sudah sesuai Sirekap lanjut pleno dan rekap di kecamatan,” jelasnya.

Hasyim menegaskan, Sirekap tidak akan menjadi rujukan hasil Pemilu 2024. Dia menegaskan, Sirekap hanya sebagai pembanding untuk mencocokkan kes­esuaian data yang ditayangkan dengan data asli. Data yang dijadikan rujukan dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan, kata Hasyim, adalah formulir C hasil produksi KPPS yang berbentuk hard copy.

“Dokumen itu disimpan dalam ko­tak suara, dikeluarkan, dan kemudian dibacakan dalam rapat pleno,” pungkas Komisioner KPU dua periode ini.https://roketgubuk.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*